2012 in review


The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2012 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

600 people reached the top of Mt. Everest in 2012. This blog got about 12,000 views in 2012. If every person who reached the top of Mt. Everest viewed this blog, it would have taken 20 years to get that many views.

Click here to see the complete report.

Sumba vs Bali


Sebulan kemaren saya kebetulan diberi tugas ke pulau Sumba, tepatnya di Waingapu, 45 menit perjalanan dengan pesawat dari Kupang. Karena jadwal pekerjaan yang tidak begitu padat maka otomatis tiap akhir minggu saya bisa menjelajahi daerah Sumba timur ini. Pulau Sumba (bukan Sumbawa) menurut saya adalah Bali minus turis. Pantainya tak kalah wow dengan Bali, pasirnya putih dan halus seperti bedak, ombaknya pun tinggi cocok untuk surfing dan ada beberapa lokasi yang cocok untuk snorkeling.

Kuburan adat warga setempat

Pantai Tarimbang dengan tebing putihnya, pantai Kalala yang terkenal dengan ombak tingginya, Watu Parunu yang indah, air terjun bertingkat LaPuti, Pulau Nusa, Pantai Puru kambera atau Pantai Marosi dapat menjadi pilihan wisata pantai yang asyik. Continue reading

Buku vs eBook


Sebulan terakhir ini aku keranjingan baca novel, sebuah hobby yang cukup lama kutinggalkan karena harus fokus untuk menyelesaikan studi. Mungkin juga karena kerjaan gak terlalu padat maka aku mempunyai waktu yang cukup berlimpah untuk memuaskan hasrat membaca buku.

Bikin ngiler gak sih? :D

Aku ini orangnya suka lapar mata kalau lihat buku berjajar rapi di Gramedia atau di toko buku lainnya. Apalagi di tumpukan novel new release, novel terlaris dan pastinya novel terjemahan. Rasanya ingin memborong semua buku yang ada. Tapi nafsu sering tidak disertai dengan daya yang cukup. Kadang beli banyak buku karena pengen mengkoleksi karya-karya yang dianggap fenomenal yang suatu saat bisa kubanggakan, tapi setelah dibeli, kebanyakan cuma ditumpuk dan tidak dibaca untuk jangka waktu yang lama. Continue reading

Best Television Serial


Akhir bulan memang keadaan biasanya serba seret, seret uang, seret semangat dan bagi saya seret ide. Jadi enaknya membuat tulisan yang ringan-ringan saja.^^ Saya gemar menonton film dan saya akui kebanyakan produksi Holywood, Bolywood dan Mandarin-wood (maksa). Bukannya saya tidak cinta produksi dalam negeri tapi kadang nonton film Indonesia bikin ill feel :P

Berikut adalah film-film serial (bukan sinetron/opera soap) yang benar-benar bikin saya ketagihan dan masih saya ikuti sampai sekarang, mulai dari komedi sitkom sampai drama percintaan tapi dikemas dengan menarik jadi kesannya tidak cheesy.

1. The Big Bang Theory

If you had a bad day, just watch The Big Bang Theory! Dijamin ngakak di setiap episodenya. Dikisahkan ada 4 ilmuwan yang jenius, pecinta game online dan komik yang selalu gagal dalam percintaan (kecuali Sheldon tentunya). Dunia mereka berubah total, setelah Penny menjadi tetangga apartemen Sheldon dan Leonard. Mereka saling berlomba-lomba merebut perhatian Penny (lagi-lagi kecuali Sheldon). Siapakah yang berhasil? Tonton saja serialnya, lucu banget! dijamin kisah romannya dikit aja kok, kebanyakan menceritakan tingkah lagu para geek atau nerd ini.

Dari kiri ke kanan: Howard The Jewish, Sheldon The Geek (Most!), Leonard The Friedship Glue, Penny the Beauty, Raj The indian^^


Continue reading

Woman Can Drive


Cerita kali ini merupakan pengalaman yang sebenarnya memalukan. Tapi saking sebelnya saya jadi kepengan curcol di blog ini. Aku lagi marah berat…. marah, kesel, sebel, gregetan, gemes semua jadi satu. Pada siapa? Pada diri sendiri. And why? Karena aku gak bisa-bisa naek mobil… eh mengemudi tepatnya, kalau naek udah sering (nebeng maksudnya).

diambil dari redux.com

Lima tahun yang lalu aku pernah belajar motor, namun gatot, gagal total! Secara kalau aku belok, entah ke kanan atau ke kiri, mesti langsung jatuh. Setelah beberapa kali jatuh dan merusak penampilan motor kesayangan adikku, aku akhirnya menyerah dan menjadi penganut setia gerakan motor and car-free day alias jalan kaki plus naik kendaraan umum kemana-mana. Untungnya teman-temanku pada baek semua, gak ngomel kalau aku tebengin (gak tahu ya kalau dalam hati, tapi aku percaya mereka memang baek^^).

Karena naik angkot atau bus jadi urusan yang lama-lama ribet dan kebetulan kerjaku butuh mobilitas tinggi, maka aku memutuskan untuk belajar mengemudikan mobil. Yah siapa tahu mobil ortu bisa disewa seharian karena tabungan belum cukup untuk beli sendiri. Continue reading